GBC'

Thomas Darmawan Dorong UKM Naik Kelas

Thomas Darmawan Dorong UKM Naik Kelas

WINABEBAG'

Thomas Darmawan, Ketua Komite Tetap Industri Pengolahan Makanan dan Protein KADIN Indonesia melihat perkembangan UKM di Jababeka sangat baik terutama yang bergerak di bidang jasa, karena kawasan  industri Jababeka sudah berkembang pesat.  Apalagi dari Jababeka sendiri telah memfasilitasi mereka bisa masuk kawasan industri dengan menyediakan pabrik yang sesuai dengan kebutuhan UKM.

Kawasan industri menurut mantan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMI)ini lebih nyaman dan kondusif karena tidak ada persoalan limbah dan tenaga kerja. Pengembang Jababeka juga bisa memberikan pelatihan tenaga kerja, stok bahan baku, pengurusan perijinan, sehingga UKM tidak perlu repot-repot mengurusi macam-macamnya.

Terkait ketenagakerjaan saat ini yang sangat diperlukan adalah kompetensi. “Dulu saya pernah menjadi anggota badan nasional sertifikasi profesi. Saya bersama President University pernah membahas tenaga kerja terampil dan kompeten sesuai dengan kemampuannya. Saya berharap tenaga kerja kita juga diuji kompetensinya dan diberikan sertifikat yang berlaku antara 3 – 5 tahun,” ujar Thomas Darmawan.

Menurut Thomas Darmawan, UKM bisa naik kelas hingga bisa ekspor jika terus mengembangkan network, ikut pameran-pameran, ikut pelatihan dan sertifikasi. UKM harus mempersiapkan juga mesin, bahan baku, tenaga kerja jika menghadapi order yang besar sehingga bisa berkelanjutan. Karena ekspor tentu kapasitasnya harus besar minimal satu kontainer.

Didepan para UKM dalam event UKM Talk 2019, Thomas Darmawan meyakini  kedepan prospek UKM yang bagus itu dibidang services seperti jasa perbaikan mesin, catering, pengolahan limbah dan service-service yang sangat dibutuhkan industri. Salah satu jasa yang terbukti sukses adalah jasa gulung dinamo seperti yang digeluti Soegeng melalui PT. Haluan Utama Maju. Para pengusaha yang sudah berpengalaman dan sukses dalam bisnisnya ini bisa menjadi guru atau pelatih di akademi komunitas  yang dikembangkan Jababeka.

Dalam kesempatan yang sama, Erman Soeparno, mantan Menteri Tenaga Kerja yang sekarang dipercaya memimpin Akademi Komunitas Presiden (AKP) menyampaikan, AKP  sekarang saya konsep sebagai akademi paradigma baru dalam sistem pendidikan. Biasanya lulusan pendidikan mencetak tenaga kerja, kenyataannya banyak yang menjadi pengangguran.

“Akademi Komunitas Presiden itu ada 2 hal, pertama mendidik, meluluskan anak didik, dan penempatan (education, certification & placement). Yang kedua outputnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan, maka ada jurusan entrepreneur dan UKM,” ujar Erman Soeparno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar