GBC'

Prof Jony Cetak Sejarah, Guru Besar Pertama di President University

Prof Jony Cetak Sejarah, Guru Besar Pertama di President University

WINABEBAG'

Jumat (26/4), Senat President University menggelar upacara pengukuhan guru besar pertama di lingkungan President University. Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto. Rektor President University dikukuhkan dalam sebuah sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D selaku Ketua Senat. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran rektorat, anggota senat, pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, staf, dan segenap dosen President University. Tamu undangan yang turut menghadiri acara tersebut antara lain, kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV – Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. dan guru besar Universitas Indonesia – Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Sidang senat terbuka yang diselenggarakan di Auditorium Dinas Pariwisata Kab. Bekasi, Cikarang, Bekasi ini menghadirkan tema “Peluang dan Etika Penelitian Tentang Anak Sebagai Pasar Potensial: Pasar yang Tidak Disadari”. Dalam orasi ilmiahnya, Jony Haryanto menyampaikan bahwa kehadiran anak-anak sebagai pasar potensial seringkali dilupakan oleh para pemasar. Padahal pasar anak mencakup tiga pasar sekaligus, yaitu pasar primer, pasar pemberi pengaruh, dan pasar masa depan. Ia berpendapat jika sejak usia dini dapat diidentifikasi apa penyebab terjadinya loyalitas pada anak, maka akan terjadi terobosan besar di dunia pemasaran dan ilmu manajemen secara umum.

Dari penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu sepuluh tahun yaitu sepanjang tahun 2008 sampai 2018, Jony mendapati bahwa loyalitas merek pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu Brand Personality, Brand Trust, Brand Salience, Brand Relationship, Buying Habituation, dan Autobiographical Memory. Jony menyebutkan, “Keenam anteseden tersebut membentuk suatu neuron tersembunyi baru, yaitu Emotional Authenticity, Brand Partnership, dan Marketing with Memory.”

“Meskipun pasar anak sangat besar dan potensial, namun anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka masih memiliki keterbatasan dalam memilih dan mengelola informasi yang mereka terima. Untuk itu, penting bagi pemasar untuk memperhatikan aspek etika dalam melakukan kegiatan pemasaran kepada anak, kami memperkenalkan konsep virtue ethic sebagai pendekatan alternatif baru,” tambah Jony.

Virtue ethic didefinisikan sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang secara terus-menerus untuk melakukan kebaikan. Perusahaan atau pemasar perlu mengenalkan pendekatan baru dalam kegiatan pemasaran kepada anak, yaitu dengan pendekatan virtue ethics yang dipercaya mampu mengatasi eksploitasi pada anak.

Lebih lanjut, Jony berharap bahwa kelak akan banyak kolega dosen yang mengikuti jejaknya menjadi guru besar di lingkungan President University. “Jika ada yang pertama tentu ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Profesor merupakan peringkat tertinggi yang seharusnya dikejar oleh semua dosen, termasuk dosen-dosen President University di dalamnya. Meskipun demikian, gelar ini merupakan sebuah tantangan bagi saya untuk tidak menjadi PTP alias Profesor Tanpa Produk.” tutupnya.

Profesor Pertama

Dalam kesempatan memberikan kata sambutan, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. menyatakan Prof Jony sebagai pencatat sejarah sebagai  Profesor pertama dan termuda yang dikukuhkan oleh President University. “Saat ini tercatat di wilayah Kopertis IV atau Jabar Banten ada 82 profesor dari 2.763 dosen. Bagi calon profesor bukan hanya keilmuan yang diuji tetapi  juga kesabarannya, seperti Prof Jony harus melalui 8 tahun. Di President University perlu ada tim PAK (Penilaian Angka Kredit) yang bisa menilai dosen untuk bisa diajukan menjadi guru besar. Target bisa mencapai 1000 guru besar di Jabar Banten, karena sudah ada 2.300 program studi (prodi),” ungkap Prof. Uman.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Ketua Yayasan Universitas Presiden menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan YME atas acara pengukuhan yang berlangsung lancar. “Pidato Rektor Jony memberikan harapan agar President University bisa melahirkan guru-guru besar. Ini yang pertama kali, karena yang kita miliki sebelumnya berasal dari “naturalisasi”, sedangkan Prof Jony kelahiran dari President University. Dan di usia 40 tahun sudah menjadi guru besar, merupakan kebanggan kami. President University sudah terakreditasi A, capaian ini tidak mudah bagi perguruan tinggi swasta apalagi di wilayah Kopertis IV. Ini berkat dukungan seluruh civitas akademika President University,” ungkap Prof Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar