GBC'

Peningkatan Kapasitas Komunitas di Kawasan Industri Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peningkatan Kapasitas Komunitas di Kawasan Industri Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

WINABEBAG'

Untuk mendorong peran serta masyarakat dalam kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Direktorat Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan PT. Jababeka Infrastruktur  menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Komunitas di Kawasan Industri.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2019 bertempat di Senior Living D’Khayangan Jababeka ini antara lain dihadiri Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc Direktur Kemitraan Lingkungan, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Aris Dwi Cahyanto Senior Manager PT. Jababeka Infrastruktur, Fitri Ariyani perwakilan Bank Sampah Nusantara LPBI NU, para Ketua PKK dan Karang Taruna di 12 desa sekitar kawasan industri Jababeka, serta berbagai komunitas dan aktivis lingkungan hidup di Bekasi.

Dalam sambutannya membuka kegiatan bimbingan teknis ini, Aris Dwi Cahyanto mengungkapkan komitmen Jababeka terhadap pengelolaan lingkungan hidup diwujudkan dengan menggelar event Eco Week setiap tahun. Salah satu program unggulannya adalah Kampung Gemilang yang diikuti desa-desa sekitar kawasan industri. Selain itu, bersama tenant industri melakukan penanaman pohon mangrove di

pesisir Pantai Muara Gembong Kabupaten Bekasi.

“Tahun ini kami juga punya program link and match atau mencocokan kebutuhan CSR dari 12 desa sekitar kawasan industri dengan menggandengkan program-program CSR yang ada di tenant. Misal kebutuhan CSR desa adalah pendidikan, sementara program dari tenant bidang yang lain. Inilah peran kami agar program tenant sesuai kebutuhan masyarakat desa,” ujar Aris Dwi Cahyanto.

Dalam kesempatan yang sama, Jo Kumala Dewi , mengungkapkan salah satu tugas kami adalah membina komunitas yang ada di sekitar kawasan industri. Kebetulan ada program yang sedang kami dorong yaitu bagaimana CSR-CSR perusahaan bisa berguna untuk lingkungan, dan yang disasar paling dulu adalah masyarakat yang dekat dengan kawasan.

“Kebutuhan masyarakat dan CSR perusahaan terkadang berbeda, untuk itu perlu didorong program bersama. Kami menawarkan program  yang bernama Ecobricks, dan sangat mudah untuk dilakukan oleh masyarakat. Seperti diketahui Indonesia termasuk penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia, tugas kita adalah menguranginya,” tegas Jo Kumala Dewi.

Ecobricks Solusi Kurangi Sampah Plastik

Sementara itu, Fitri Ariyani selaku narasumber menyampaikan presentasi yang berjudul “Kendalikan dan Kelola Sampah Plastikmu Melalui Metode Ecobricks”.  Fitri Ariyani menjelaskan, ecobrick adalah bata bahan bangunan yang bisa dipakai berulang kali. Dalam membuat Ecobricks sangatlah mudah. Langkah pertama, isi dan penuhi botol hanya  dengan bahan yang tidak terurai. Kedua, gunakan tongkat kecil untuk memadatkan. Pastikan memasukkan plastik sebanyak mungkin ke dalam botol untuk menjadikannya padat. Ketiga, pakai plastik yang lembut untuk memberi warna pada dasar botol. Ini akan membuat bangunan Anda berwarna. Keempat, pakai botol dengan merk dan ukuran yang sama untuk proyek Anda, membuat proses pembangunan lebih mudah.

“Kegunaan terbaik dari Ecobrick adalah untuk membangun ruang hijau di komunitas. Menggunakan lokal material (tanah liat dan bahan organik lainnya), dengan Ecobrick kita bisa membuat ruang yang indah yang menyuburkan lingkungan,” ungkap Ariyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar